Filed under: Uncategorized
burung kecil dan sebatang pohon
dulu seekor burung kecil hinggap di dahan sebatang pohon rindang
pikirnya telah kutemukan rumahku
mereka kini sepasang
walau kadang ranting2 pohon yg terus tumbuh mendesak dan melukai burung kecil
dan patuk-patuk burung menusuk tubuh pohon
namun burung tetaplah burung
dan pohon akan selalu menjadi pohon
burung akan terbang sayapnya menanti dikepakkan
dan dia terbang
sedang pohon akan terus tumbuh mengakar
tegak tak beranjak
oh burung terbanglah ujar pohon
aku akan menunggu disini
burung kecil tampak murung
betapa dia damai bersama pohon
dan oh betapa dia mencintai langit
putih biru atau kelam
betapa dia ingin terus berteduh
dan oh tak bisa berhenti berpikir mengangkasa
pohon yg baik
bolehkah aku belajar mencintaimu dan mencintaimu
dan gagal…..
karena burung kecil
takut….
setelah berjumpa dengan cakrawala
berdansa dengan riak-riak genitnya
lupa jalan kemana pohon menanti
1 Comment so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
nice poem, klak..jangan takut..
Sammy 12.20.07 @ 7:07 am